Minggu, 27 April 2014

Akhir Dari Segalanya

Aku yang selalu bertanya bagaimana akhir dari kisah cintaku? Apakah aku akan bahagia? Ataukah aku akan menderita? Pertanyaan itu yang selalu membayangi hidukpu. Akankah aku hidup bersamanya selamanya? Itu seperti mustahil. Tapi, siapa yang tahu bagaimana akhirnya. Aku harus menemukan akhir itu, jika aku ingin tahu akhir itu. Bagaimanapun nantinya. Aku sendirilah yang harus menemukan akhir itu.
Dari sekian kali aku bertanya. Sekian kali aku memikirkan semua pertanyann ini. Aku mendapatkan jawaban itu. Aku menemukan akhir itu. Aku sendiri yang menemukan. Bukan! Lebih tepatnya aku yang membuat akhir itu. Entah keputusann ini benar atau salah. Entah aku akan menyesal atau tidak nantinya, aku tak peduli. Aku terlalu lelah jika harus menunggu kepastian, dan aku lelah harus bertanya pada diri sendiri setiap hari. Ini adalah puncak dari kejenuhanku. Dan aku memberanikan diri untuk membuat keputusan.
            Bukan mauku mengatakan ini. Dengan cara spontan aku mengatakan. Tanpa berfikir panjang aku membuat keputusan. Aku bodoh! Benar-benar bodoh! Dengan segala yang tak aku persiapkan, aku melakukannya. Dihadapan sahabatku, dan dia yang seharusnya menjadi sainganku memperebutkan cinta. Kepadanya aku berkata “Aku berhenti mencintainya. Dan inilah akhir dari segalanya. Aku menitipkan dia kepadamu. Dia yang sangat aku cinta dan sayangi. Aku rela melihat kalian berdua bahagia, dan aku yakin kalian aka bahagia. Mungkin memang ini takdir Tuhan, takdir kalian untuk bahagia. Jika kamu tak ingin kehilanga dia, segeralah mengatakan apa yang ini kamu katakan. Aku siap membantumu”
            Kata-kata itu, keluar begitu saja dari mulutku. Tak ada keraguan dari hati ini setelah mengatakan itu. Memang mungkin ini jalan yang Tuhan tunjukkan untukku. Masih banyak liku didepan sana. Dan ini bukan liku yang seberapa. Mungkin masih banyak liku yang lebih tajam dari ini. Aku harus siap kapanpun melewati likuan itu.
            Ada atau tidak dia dikehidupanku, aku yakin aku akan bahagia. Bukankah kebahagiaan itu bukan hanya cinta? Dan cinta tak harus memiliki? Aku mengambil keputusan ‘cinta tak harus memiliki’. Entah bagaimana kehidupanku nanti, aku akan tetap menjalaninya. Aku masih bisa melihat dia, meski dia tak akan menjadi milikku. Namun, siapa yang tahu dengan siapakan dia hidup bersama nanti. Bukan jodohku sekarang bukan berarti menutup kemungkinan jodohku nanti?

Kamu cinta pertamaku. Bahagialah dengan orang yang bisa membuatmu bahagia sepenuhnya. Dengannya, wanita yang sempurna….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar