Aku yang selalu
bertanya bagaimana akhir dari kisah cintaku? Apakah aku akan bahagia? Ataukah
aku akan menderita? Pertanyaan itu yang selalu membayangi hidukpu. Akankah aku
hidup bersamanya selamanya? Itu seperti mustahil. Tapi, siapa yang tahu
bagaimana akhirnya. Aku harus menemukan akhir itu, jika aku ingin tahu akhir
itu. Bagaimanapun nantinya. Aku sendirilah yang harus menemukan akhir itu.
Dari sekian kali aku
bertanya. Sekian kali aku memikirkan semua pertanyann ini. Aku mendapatkan
jawaban itu. Aku menemukan akhir itu. Aku sendiri yang menemukan. Bukan! Lebih
tepatnya aku yang membuat akhir itu. Entah keputusann ini benar atau salah.
Entah aku akan menyesal atau tidak nantinya, aku tak peduli. Aku terlalu lelah
jika harus menunggu kepastian, dan aku lelah harus bertanya pada diri sendiri
setiap hari. Ini adalah puncak dari kejenuhanku. Dan aku memberanikan diri
untuk membuat keputusan.
Bukan
mauku mengatakan ini. Dengan cara spontan aku mengatakan. Tanpa berfikir
panjang aku membuat keputusan. Aku bodoh! Benar-benar bodoh! Dengan segala yang
tak aku persiapkan, aku melakukannya. Dihadapan sahabatku, dan dia yang
seharusnya menjadi sainganku memperebutkan cinta. Kepadanya aku berkata “Aku
berhenti mencintainya. Dan inilah akhir dari segalanya. Aku menitipkan dia
kepadamu. Dia yang sangat aku cinta dan sayangi. Aku rela melihat kalian berdua
bahagia, dan aku yakin kalian aka bahagia. Mungkin memang ini takdir Tuhan,
takdir kalian untuk bahagia. Jika kamu tak ingin kehilanga dia, segeralah
mengatakan apa yang ini kamu katakan. Aku siap membantumu”
Kata-kata
itu, keluar begitu saja dari mulutku. Tak ada keraguan dari hati ini setelah
mengatakan itu. Memang mungkin ini jalan yang Tuhan tunjukkan untukku. Masih
banyak liku didepan sana. Dan ini bukan liku yang seberapa. Mungkin masih
banyak liku yang lebih tajam dari ini. Aku harus siap kapanpun melewati likuan
itu.
Ada
atau tidak dia dikehidupanku, aku yakin aku akan bahagia. Bukankah kebahagiaan
itu bukan hanya cinta? Dan cinta tak harus memiliki? Aku mengambil keputusan
‘cinta tak harus memiliki’. Entah bagaimana kehidupanku nanti, aku akan tetap
menjalaninya. Aku masih bisa melihat dia, meski dia tak akan menjadi milikku.
Namun, siapa yang tahu dengan siapakan dia hidup bersama nanti. Bukan jodohku
sekarang bukan berarti menutup kemungkinan jodohku nanti?
Kamu
cinta pertamaku. Bahagialah dengan orang yang bisa membuatmu bahagia sepenuhnya.
Dengannya, wanita yang sempurna….