Berawal dari tatapan manis dan berharap akan lebih manis
nantinya. Ternyata itu salah, tak seperti yang difikirkan semula. Emang, semula
berjalan dengan baik. Namun semakin
lama, perlahan-lahan kemanisan itu hilang dan diganti oleh kepahitan. Kepahitan
hati yang gak tau kapan akan berubah menjadi manis kembali. Seperti tidak ada
harapan buat kembali manis seperti dulu. Semua itu berubah dengan cepat seiring
dengan waktu yang berjalan.
Dulu, kamu selalu ada buat aku. Kamu adalah orang yang berharga
dalam hidupku selain keluarga dan sahabatku. Itu dulu sebelum dia ada diantara
kita. Dia memang sahabtku, sahabat baik. Tapi apa ini yang namanya sahabat?
Merusak hubungan orang lain? Hubungan sahabatnya sendiri! Inikah guna sahabat
itu? Aku tak habis fikir dengan apa yang dia perlakukan.
Semula memang kamu gak menghiraukan sahabatku itu. Tapi apa
yang terjadi sekarang? Kamu mendekatinya dan dihadapanku pula. Apa kalian gak
pernah memikirkan perasaanku? Apa kalian lupa jika masih ada aku? Aku disini
tau apa yang kalian lakukan. Aku menutupinya, aku berusaha diam dan merelakan. Hati
ini menangis, tapi kalian gak pernah tau karena kalian sudah gak peduli. Kapan kalian
sadar? Kapan kalian ngerti? Kenapa disaat
seperti ini aku yang selalu ngalah, kenapa bukan kalian. Aku juga punya hati,
dan hati ini ada bukan menjadi korban. Hati ini juga perlu menjadi peran
utamanya. Dan hati ini juga butuh pengisi biar gak kosong. Bagaimana nantinya,
biar waktu yang menjawab. Kitakan tinggal menjalani saja, semua sudah ada yang
ngatur. Kalo jodoh pasti gak bakal kemana J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar